Senin, 12 Desember 2011

Penelitian Bidang Manajemen Keuangan


Penelitian Bidang Manajemen Keuangan

A.    Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan suatu perusahaan tidak dapat dilepaskan dari peran serta investor dalam berinvestasi. Dengan berinvestasi investor saham bermaksud untuk meningkatkan kesejahteraannya. Peningkatan kesejahteraan ini tercermin dalam return yang diterima investor, yaitu: 1) Dividen, laba yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham, 2) Capital again, yaitu kelebihan dari nilai jual saham atas nilai beli saham.
Dalam mengambil keputusan investasi, investor melihat tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut dari pertumbuhan dan ukuran perusahaan. Pertumbuhan perusahaan dinilai dengan price to book value (PBV) yang dihasilkan oleh perusahaan. PBV merupakan hasil bagi antara harga pasar per lembar dengan nilai buku per lembar saham. Sedangkan ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan total aktiva. Total aktiva adalah jumlah aktiva lancar investasi jangka panjang, aktia tetap dan aktiva lain-lain (Zaki Baridwan, 1992,20).
Pasar modal banyak ditemui di Negara-negara karena pasar modal menjalankan fungsi ekonomi dan keuangan. Dalam melaksanakan fungsi fungsi ekonominya pasar modal menyediakan fasilitasnya untuk memudahkan dana dari lender atau pihak yang mempunyai kelebihan dana kepada barrower atau pihak yang memerlukan dana. Dengan menginvestasikan kelebihan dana yang mereka miliki, lender mengharapkan akan memperoleh imbalan dari penyerahan dana dari pihak luar memungkinkan mereka melakukan investasi tanpa harus menunggu tersedianya dana dari hasil operasi perusahaan mereka. Inventasi pasar modal memiliki kekhususan walaupun pada dasarnya sama dengan investasi dibidang lain. Inventasi dipasar modal disamping memerlukan modal (dana) juga diperlukan pengetahuan yang cukup, pengalaman serta naluri dalam menganalisis efek atau surat berharga yang mana akan membeli saham, menahan dan menjualnya.
Saham adalah surat berharga sebagai bukti penyerahan atau pemilikan individu maupun investasi dalam suatu perusahaan. Beberapa nilai yang berhubungan dengan saham, yaitu nilai buku dan nilai pasar. Nilai buku merupakan nilai saham menurut pembukuan perusahaan emite. Niai pasar adalah nilai saham dipasar saham yang merupakan nilai sebenarnya dari saham. Nilai saham tidak hanya mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan tetapi juga informasi yang bisa diperoleh dari analisis fundamental tentang perusahaan dan perekonomian, sehingga harga selalu wajar dan tidak ada investor yang mampu memperoleh perkiraan yang lebih baik tentang harga saham. Perkembangan harga saham suatu perusahaan mencerminkan nilai perusahaan tersebut sesuai penilaian para pemodal dan harga saham mencerminkan kemakmuran perusahaan bagi perusahaan public (Husnan, 1993,38).
Pertumbuhan perusahaan dapat diketahui dengan menggunakan nilai buku dan nilai dasar. Pertumbuhan perusahaan menunjukkan investment opportunity set (IOS) atau set kesempatan investasi masa datang. Nilai pasar dibagi dengan nilai buku adalah merupakan pengukur pertumbuhan perusahaan sehingga akan diketahui bahwa perusahaan yang bertumbuh mempunyai rasio lebih besar dari nilai satu yang berarti pasar percaya bahwa nilai pasar perusahaan tersebut lebih besar dari nilai bukunya. (jogiyanto, 2003,79).



Beberapa daya tarik pasar modal adalah pertama pasar modal diharapkan bisa menjadi alternative menghimpun dana selain daripada sector perbankan, kedua, pasar modal memungkinkan para pemodal mempunyai berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi risiko, melakukan diversifikasi investasi, membentuk fortofolio, yaitu gabungan dari berbagai investasi, sesuai dengan risiko yang tersedia mereka tanggung dan tingkat keuntungan yang mereka harapkan. (husnan, 1998, 4, 5)
Teori pertumbuhan perusahaan menurut Tandelilin (2001, 224) menjelaskan bahwa ada lima tahap teori pertumbuhan perusahaan, yaitu tahap permulaan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan (mature), tahap stabil dan tahap penurunan. Dengan demikian jika dihubungkan dengan return perusahaan masih kecil. Selanjutnya tahap pertumbuhan, pertumbuhan perusahaan sudah mulai tampak dan bahkan mengalami posisi yang tinggi di sebabkan dengan kenaikan return perusahaan semakin meningkat karena produk yang dihasilkan sudah banyak dikenal oleh masyarakat, banyaknya permintaan dan persaingan belum begitu ketat. Tahap kedewasaan, pertumbuhan perusahaan mulai menurun karena banyaknya pesaing yang mulai masuk dan permintaan yang sudah relative stabil. Dengan demikian return yang dihasilkan kadang tinngi dan kadang menurun bahkan kondisi perusahaan banyak mengalami penurunan dan menuju tingkat keuntungan yang normal. Tahap stabil, tahap ini mungkin tahap yang paling panjang dalam pertumbuhan perusahaan. Pertumbuhan perusahaan akan cenderung sama dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dengan demikian return yang dihasilkan akan cenderung stabil karena berkolerasi dengan kondisi ekonomi. Terakhir tahap penurunan, dimana pada tahap ini tingkat pertumbuhan perusahaan semakin menurun karena semakin banyaknya persaingan industry  sehingga return yang dihasilkan juga menurun bahkan negative. Oleh karena itu pada tahap ini ada perusahaan yang mulai keluar dari industry dan mulai melakukan diversifikasi ke produk lain yang lebih menguntungkan. Teori-teori ini sangat cocok untuk mengetahui hubungan pertumbuhan dengan return perusahaan.
Untuk melihat ukuran perusahaan, para investor melihat dari besar kecilnya perusahaan. Alasan investor memilih perusahaan besar disebabkan karena biasanya perusaha besar memiliki manajemen yang baik dan kinerja perusahaan yang baik. Dengan alas an tersebut investor mengharapkan keuntungan yang tinggi. Investor memiliki perusahaan kecil dengan alasan karena biasanya operasional perusahaan kecil dapat terdeteksi oleh investor. Dengan demikian investor dapat mengamati secara langsung perkembangan keuntungan/return pada perusahaan kecil.
Dengan berdasarkan latar belakang tersebut peneliti berkeinginan untuk mengadakan penilitian dalam bentuk skripsi yang berjudul “Hubungan Ukuran dan Pertumbuhan perusahaan terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta”.

B.     Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui ada tidaknya hubungan ukuran dan pertumbuhan perusahaan terhadap return saham perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta.

C.     Manfaat Penelitian

1.      Bagi Investor
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambik keputusan berinvestasi.
2.      Bagi Penulis
Penelitian ini digunakan sebagai bahan kajian untuk konfirmasi antara teori dan praktik mengenai ukuran dan pertumbuhan perusahaan yang mempunyai hubungan dengan return saham.
3.      Bagi Perusahaan
Menjadi bahan masukan dalam menentukan kebijakan perusahaan sehingga dapat digunakan untuk memaksimalkan return saham perusahaan.


Sumber : Buku Metodologi Penelitian Ekonomi
Penerbit: Drs. Danang Sunyoto, SH., SE., MM.

1 komentar:

  1. maaf, sekedar meluruskan....
    Growth dinyatakan sebagai pertumbuhan total aset dimana total aset masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang dan pertumbuhan yang akan datang.
    Nilai perusahaan dapat diukur dengan beberapa alat ukur diantaranya Price to Book Value (PBV), Market Book Value (MBV), dan Market To Book Ratio (MBR). Dalam penelitian ini nilai perusahaan diukur dengan Price to Book Value (PBV).

    BalasHapus